Harga pakan burung puyuh semakin tak terkendali

Peternak burung puyuh akhir-akhir ini sedang dilanda kegalauan. Semua dikarenakan karena harga pakan yang terus naik dan tidak mau turun. Sedangkan peternak tidak mungkin menaikkan harga telur burung puyuh begitu saja. Untuk harga telur puyuh saat ini dari peternak adalah Rp. 233 perbutir. Itupun harga telur sudah mengalami kenaikan harga dari harga sebelumnya Rp. 220 perbutir.
Harga jual telur puyuh tersebut sangat tidak seimbang jika dibandingkan dengan harga pakan yang saat ini mencapai Rp. 305.000/sak (50 kg). Akhirnya banyak peternak burung puyuh kecil yang mengundurkan diri alias gulung tikar karena kehabisan modal.

Sebetulnya kejadian seperti ini sudah dirasakan sejak 2 tahun terakhir. Saat itu untuk mengurangi pengeluaran, peternak menggunakan pakan buatan sendiri yang terdiri dari konsentrat, jagung giling dan bekatul (dedak halus). Dengan komposisi pakan seperti ini pengeluaran untuk membeli pakan pabrikan sedikit teratasi. Tapi masalah baru muncul. Dengan pemberian pakan buatan sendiri, telur yang dihasilkan burung puyuh tidak sebagus ketika saat burung puyuh mengkonsumsi pakan buatan pabrik. Ukuran telur menjadi kecil-kecil sehingga menurunkan harga jualnya.

Dalam situasi seperti ini akan terlihat mana orang yang benar-benar serius menjalankan usahanya, dan mana orang yang menjalankan usahanya karena ikut-ikutan saja. Dari beberapa peternak yang masih bertahan, ternyata mereka mempunyai trik tersendiri untuk menghadapi kenaikan pakan yang pasti terjadi. Bagaimana mereka menyiasatinya ?

1. Menambah jumlah burung puyuh.
Pendapatan dari menjual telur burung puyuh tentu akan merosot tajam karena terjadi kenaikan harga pakan. Salah satu solusinya adalah dengan menambah jumlah burung puyuh. Berikut perhitungan pengeluaran dan pendapatan dari 1000 ekor burung puyuh.
Pakan yang dibutuhkan tiap hari 25 kg = Rp. 152.500
Telur yang dihasilkan burung puyuh mencapai 80 % atau sekitar 800 butir telur tiap hari
=> Rp. 233 x 800 = Rp. 186.400.
Pendapatan => Rp. 186.400 - Rp. 152.500 = Rp. 33.900.
Agar tetap mendapatkan hasil dari penjualan telur maka penambahan burung puyuh dapat mengatasi masalah. Apalagi kalau pembibitan bisa dilakukan sendiri, tentu akan sangat membantu dalam pengeluaran.

2. Menjual bibit burung puyuh
Mungkin pendapatan dari menjual telur akan turun, namun tidak berdampak dari hasil menjual bibit. Harga bibit burung puyuh akan naik mengikuti harga pakan. Harga bibit burung puyuh umur 5 hari atau 1 minggu saat ini Rp. 2.700/ ekor, dan Rp. 6.500 untuk bibit yang siap bertelur (umur 35 - 40 hari).

Untuk menghasilkan bibit burung puyuh, peternak memerlukan mesin penetas telur. Peternak bisa membelinya di toko atau dapat juga dengan cara membuat mesin penetas telur sendiri dari bahan bekas.

Dengan dua langkah di atas, setidaknya peternak dapat bertahan walau harga pakan burung puyuh semakin tak terkendali.

Semoga bermanfaat.

Comments

  1. Sepertinya gampang gampang susah yah Kang memelihara burung Puyuh itu,dibutuhkan kesabaran tingkat tinggu dan juga ketekunan,apalagi saat ini harga pakan terus merangkak naik,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar mas, harus tekun dan telaten

      Delete
  2. STRATEGI USAHA INI NAMANYA YA MAS KALAU TIDAK BEGITU MEMANG BISA GULUNG TIKAR MAS

    ReplyDelete
    Replies
    1. gimana caranya lah mas, agar usahanya dapat berjalan :)

      Delete
  3. Makaish infonya Kang..semoga kedepannya bisa stabil

    ReplyDelete
  4. kalau lagi dalam kondisi kayak gini biasanya cuman orang yg punya modal dobel yg mampu bertahan yakang,kecuali punya inisiatif seperti yg dituturkan diatas

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas, peternak harus putar otak untuk mampu bertahan

      Delete
  5. Harga pakan burung puyuh ternyata mahal ya Kang, tap kenapa harga telornya murah ya ? Kasihan juga para peternak burung puyuh ini kalau betitu ya ? Semoga bisa turun lagi harga pakan burung puyuhnya ya Kang.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Pak Indra, sering terjadi ketidak seimbangan. biasanya harga pakan tidak turun lagi kalau sudah naik

      Delete
  6. harga pada naik semua yah,, belum pulang kamung ni mas ke batang :D

    ReplyDelete
  7. biar naik yang penting sesuai dengan penjualan ya mas, tapi kalau enggak ya tumpur dong :D

    ReplyDelete
  8. perlu untuk dibookmark ini gan, terutama bagi peternak cocok banget ...

    ReplyDelete
  9. kalau sudah begini dinas peternakan harus turun tangan

    ReplyDelete
  10. Tidak seimbang yah mas antara pengeluarannya yang dibuat untuk membeli pakannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, jadinya seperti kerja bakti saja :)

      Delete
  11. wah harga nya semakin mahal saja ya kang, kalau seperti itu pasti bisa gulung tikar para pengusaha burung puyuh hmmm :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul itu mbak, harus cari usaha lain kayaknya

      Delete
  12. waduh... padahal baru aja kepingin beternak puyuh, eh malah udah naik aja harga pakannya, hmm.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin ada keuntungannya mas, karena pesaing jadi sedikit :)

      Delete
  13. Mudah mudahan pemerintahan yang akan datang lebih mengerti kesulitan masyarakat sehingga bisa menstabilkna semua harga harga dan UKM pun bisa terus menjalankan usahanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu harapannya mas, syukur-syukur dapat subsidi :hehe

      Delete
  14. dua minggu lalu saya juga ngobrol dengan teman yang punya usaha puyuh, memang membutuhkan ketelatenan dan ketelitian agar bisa dihasilkan usaha yang maksimal. Apalagi kalo sudah ada serangan dari tikus, bisa mengurangi produksi telur jika tidak diantisipasi dengan baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, iya betul mas, ada dua tikus pengganggu yang harus diberantas, pertama tikus rumah yang suka mencuri telur dan tikus tanah yang bukan hanya mencuri telur tapi juga memangsa burung puyuh

      Delete
  15. pengaruh mau pilpres mungkin mas, harga karet juga terjun bebas. ampun dehh.. :)

    ReplyDelete
  16. burung puyuh banyak juga diternak di sana ya..di Msia juga ada n hadapi masalah serupa...

    ReplyDelete
  17. kalau didaerah saya jarang gan ada yang beternak puyuh :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau di tempat mas Riko yang banyak apa mas

      Delete
  18. berternak puyuh harus siap dengan harga pakannya yang melonjak

    ReplyDelete
  19. waaahhh mas ucup bener bener kreatif slalu ada aja penyelesaian masalahnya beuhhh mantafff makasii nihh kang atas INformasinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya mas Ainnul :)

      Delete
  20. pantesan beli telor puyuh di asongan makin sedikit aja jumlahnya :D

    ReplyDelete
  21. untung saja saya gak peternak puyuh. hehe makasih infonya kang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan peternak puyuh malah untung ya mas :)

      Delete
  22. pantesan telor puyuh jadi jarang nih.. padahal enak..

    ReplyDelete
  23. wah jadi harus atur strategi yah kang agar tetap dapat keuntungan dan usaha tetap jalan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mas, kangan menyerah dengan keadaan :)

      Delete
  24. tp paling seru katanya..klw tengh malam tangkp puyuh..:)

    ReplyDelete
  25. waduh saya belum mengerti cara berternak burung puyuh.. harus banyak belajar dari kang ucup nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mau belajar sama ahlinya sekalian mas, kalau saya cuma tetangganya peternak burung puyuh :D

      Delete
  26. wah.. kendala yang benar-benar berat bagi para peternak puyuh ya kang.. semoga denga 2 solusi yang akang papaskan di atas bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para peternak puyuh ini.. aamin

    ReplyDelete

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak :)

Popular posts from this blog

Langkah-Langkah Membuat Gambar 3D

Kupu-kupu cantik dari sampah daun

Cara Membuat Bibit Tomat Sendiri