Posts

Showing posts from June, 2013

Kandang Untuk Burung Puyuh Betina

Image
Pada umur 40 hari burung puyuh betina sudah mulai memproduksi telur. Untuk itu burung puyuh harus ditempatkan pada sebuah kandang khusus. Gambar di samping merupakan ilustrasi salah satu bentuk kandang yang dapat digunakan untuk burung puyuh petelur.

Kandang dengan ukuran  120 x 60 cm, dengan tinggi 20 cm, dapat menampung 50 ekor burung puyuh. Jumlah burung puyuh yang terlalu banyak dalam satu kandang akan mempengaruhi jumlah telur yang dihasilkan. Semakin sedikit, makin baik.

Kita bisa membuat sendiri kandangnya dari bahan dasar kayu reng (3 x 4 cm) dan kawat kasa.

Untuk atap kadang bisa memakai karung bekas
dari bungkus pakan. Kenapa memakai karung?
Burung puyuh itu sensitif sekali terhadap suara. Apabila mendengar bunyi yang agak keras, maka secara bersama-sama mereka akan melompat di dalam kandang. Nah, apabila atap kandang terbuat dari bahan yang keras, maka kepala burung puyuh bisa terluka.
Untuk makanannya, letakkan di luar kandang dengan dibuatkan kotak sebagai tampungannya a…

Budidaya Kroto Menggunakan Toples

Image
Setelah kemarin saya memposting mengenai Budidaya Kroto Dengan Media Paralon, sekarang akan saya sambung lagi dengan postingan yang lain. Masih mengenai Budidaya Kroto. Hanya beda media yang digunakan saja, yaitu menggunakan Toples. Budidaya Kroto Menggunakan Toples ini lebih praktis daripada menggunakan paralon. 
Persiapkan dulu rak atau meja yang akan digunakan untuk menaruh toples nanti. Jangan lupa pada setiap kaki rak / meja diberi kaleng atau botol plastik yang sudah dipotong lalu isi dengan air atau oli bekas. Lalu letakkan rak / meja di tempat yang tidak terlalu bising dan terhindar dari jangkauan anak-anak. Taruh rak / meja di tempat yang sirkulasi udaranya baik. Jaga agar rak / meja tidak menempel dengan tembok, atau benda apapun karena akan mengakibatkan semut atau hewan lain masuk ke dalam area kandang. Apabila rak / meja akan diletakkan diluar rumah, maka buatkan dulu atap untuk melindungi semut dari sengatan matahari secara langsung juga menghindarkan dari air hujan.
Ji…

Budidaya Kroto Dengan Media Paralon

Harga Kroto kian hari kian mahal saja. Semua itu dikarenakan kebutuhan akan Kroto yang meningkat. Sedangkan ketersediaan Kroto di alam semakin sedikit. Ditambah lagi makin maraknya penebangan pohon yang tak terkendali menjadikan habitat Semut RangRang sebagai penghasil Kroto semakin berkurang.   Keadaan ini membuat orang berusaha untuk membudidayakan Kroto karena dilihat cukup menjanjikan dari segi finansial.

Budidaya Kroto tidak membutuhkan lahan yang luas. Media yang digunakan juga mudah ditemui di sekitar kita. Salah satunya ialah menggunakan media paralon atau bambu. Paralon dipilih karena lebih tahan lama dibandingkan bambu. Namun bila ingin yang lebih murah, bambu bisa dijadikan pilihan utama. Keduanya mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk berlindung semut.

Baiklah, cukup basa basinya. Sekarang langsung saja bagaimana cara Budidaya Kroto Dengan Media Paralon

Persiapkan paralon dengan diameter kira-kira 12 cm. Potong menjadi beberapa bagian. Untuk panjangnya sesuai selera atau…

Cara Kreatif Menanam Tomat Menggunakan Pipa Paralon

Image
Menanam Tomat Menggunakan Pipa Paralon - Sebenarnya bukan hanya Tomat saja yang dapat ditanam menggunakan media pipa paralon, contoh lain adalah Cabe, Sawi, Selada, bahkan Semangka dan Melon juga dapat ditanam menggunakan pipa paralon. Tapi untuk saat ini kita ambil Tomat dulu karena tingkat keberhasilan menanam Tomat hampir 90 % berhasil dilakukan oleh pemula sekalipun.

Metode ini sangat cocok diterapkan di lingkungan perkotaan dengan ketersediaan lahan yang tidak begitu luas. Jadi, perawatannya akan jauh lebih mudah.

Siapkan pipa paralon dengan diameter 12 cm dan panjang 2 meter. Beri lubang pada sisi-sisinya dengan jarak antar lubang 10 - 15 cm pada sisi depan dan belakang. Untuk besar lubang kira-kira 2 - 3 cm.
Pot bunga atau ember yang telah diberi lubang di bagian bawahnya.
Pipa kecil/ selang air yang dilubangi dengan jarak 10 - 15 cm.
Semen dan pasir secukupnya, dan tentu saja tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik.

Langkah selanjutnya....

Masukkan pipa paralon ke dalam…

Cara Membuat Bibit Tomat Sendiri

Image
Apa yang pertama kali terbesit dalam pikiran sobat bila mendengar kata Tomat ? Sambal...Saus...Jus...atau Manisan. Benar semua sih, cuma kali ini bukan itu yang akan saya bahas. Karena yang akan saya bagikan kepada sobat blogger semua pada postingan kali ini adalah tentang bagaimana Cara Membuat Bibit Tomat Sendiri. Jadi, kita bisa menikmati buah Tomat kapan saja dan tidak perlu menunggu abang tukang sayur nyamperin ke rumah. Bagi sobat yang suka banget dengan buah Tomat dan juga menyukai tanam-menanam dan belum tahu caranya, simak baik-baik ya...mudah kok.

Pertama, pilih buah Tomat yang sudah matang sempurna. Mulus, warna merata, dan tidak busuk. Belah menggunakan pisau. Ambil biji-biji Tomat dan masukkan ke dalam wadah yang berisi air.( Ini bertujuan untuk memisahkan biji Tomat dari lendir yang menempel.) Diamkan kurang lebih 5 - 6 jam. Setelah itu, ambil biji-biji Tomat yang tenggelam saja. Karena biji yang mengapung menandakan biji yang kurang bagus. Lalu jemur di bawah Matahari.